Rabu, 25 Oktober 2017

Kisah Sukses CEO Bukalapak

Siapa sangka seseorang yang berasal dari desa di Sragen, mempunyai hobby mengotak-atik program bahkan orang-orang terlihat tidak mempedulikannya ketika kegiatan sehari-harinya hanyalah duduk di depan layer komputer, mampu membuat gebrakan inovasi besar di Indonesia. Dialah Ahmad Zaky, pendiri sekaligus CEO bukalapak.

Ahmad Zaky lahir 24 agustus 1986 yang sangat menggemari dunia internet, bahkan bisa betah duduk berjam-jam di depan layer. Sejak masih duduk dibangku SMA, dia sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan teknologi khusunya software. Hobi nya semakin berkembang setelah kulian jurusan teknologi Informatika di Institut Teknologi Bandung (ITB) pada 2004. Saat pertama kali kuliah di ITB, Zaky merasa minder karena menurut dia yang sekolah disini orang kota semua dan pakai Bahasa Indonesia, berbeda dengan zaky yang kesehariannya menggunakan Bahasa jawa.

Di saat kuliah di ITB inilah, Zaky merasa ada beberapa pebedaan budaya yang besar, ketika di Jawa Tengah budayanya sangat identic dengan merendah dan memendam perasaan namun saat di ITB dia harus bisa beradaptasi dengan kebiasaan berani mengeluarkan pendapat. Zaky harus belajar keras agar tidak ketinggalan dan kalah dengan teman-temannya, karena dia merasa tidak terlalu pintar dibandingkan temannya. Dia harus belajr, mengulang dan bahkan bertanya pada kakak angkatan seminggu sebelum dilaksanakan ujian. Pada semester pertama Zaky mampu membuktikannya, dia berhasil meraih IP sempurna 4,0.

Pada waktu kuliah Zaky bisnis berjualan program software yang dibutuhkan perusahaan-perusahaan besar. Dia membuat software quick count  yang dijual kepada salah satu perusahaan televisi yang dihargai 1,5 juta rupiah dan inilah uang pertama hasil dari  keahliannya, zaky juga sering mengikuti berbagai lomba informatika dan bahkan sering menjadi juara.

Zaky memang mampu menunjukkan kemampuannya di bidang IT semasa di ITB namun satu hal yang masih tercermin dalam diri “ndeso” nya adalah dalam hal Bahasa Inggris. Saat kuliar skor TOEFL zaky hanya 430, cukup jauh dari skor standar TOEFL umumnya yang berkisar diangka 500. Namun zaky tidak menyerah begitu saja, dia tetap ingin belajar sesuatu yang belum dia kuasai, beruntunglah saat itu ada beasiswa ke Amerika yang persyaratannya cukup aneh yaitu targetnya adalah untuk orang-orang yang tidak menguasai Bahasa Inggris. Tentu kesempatan ini tidak disia-siakan oleh zaky dan akhirnya dia terpilih sebagai salah satu penerima mahasiwa ke Amerika selama 2 Bulan.

Menjadi pengusaha tidaklah semudah seperti yang dikatakan, Zaky pun harus mengalami kebangkrutan itu. Zaky mengatakan bahwa pada saat kuliah virus entrepreneur meracuni pemikiran saya dan teman-teman, akhirnya mereka memutuskan untuk berjualan mie ayam yang akhirnya bangkrut. Uang hasil juara lomba habis untuk usaha tersebut, intinye mereka bangkrut dan mengalami ketakutan dan trauma untuk mencoba membuka usaha lagi.

Lulus dari ITB, zaky mencoba melamar kerja dengan posisi management consulting di 3 perusahaan berbeda namun semuanya ditolak mentah-mentah, selama setahun dia menganggur sambil melanjutkan proyekan meskipun tidak menjanjikan masa depan. Baginya, masa kuliah dan 2 tahun setelah lulus kuliah adalah masa awal sesungguhnya untuk mencari jati diri, kita harus memaksa untuk mencoba banyak hal, setelah lulus kuliah dan masih sendiri (belum menikah) adalah waktu yang tepat untuk bereksperimen karena masih belum ada tanggunganm kalau gagal ya sudah.

Kisah Sukses CEO Bukalapak


 Buka lapak sendiri berdiri karena kesal dengan aktivitas warga yang jumlahnya 50 juta perhari yang hanya bermain social media di dunia maya, semua itu hanya tindakan konsumtif saja. Pada saat itu pelaku usaha mikro kecil menengah belum melek pemasaran manajamen dan teknologi. Pada tahun 2009 dia Bersama rekan kuliahnya  Nugroho Herucahyono merintis startup Bukalapak, meski diawal pendiriannya banyak teman yang menolak untuk bergabung bahkan tak sedikit yang menertawakannya.


Pada tahun 2010 Bukalapak semakin berkembang, terbukti ada 10.000 UKM yang bergabung sebagai pelapak di bukalapak. Pada saat itu juga, ada seorang investor Jepang yang sangat tertarik dengan bisnis yang dikelola Zaky, bahkan zaky diajak ke Jepan untuk melihat betap profesionalnya pengelolaan e-commerce. Setelah pulang dari Jepang dia menyewa ruko dan merekrut beberapa karyawan, dengan pengelolaan yang semakin tertata, bukalapak semakin tumbuh berkembang setiap tahunnya. Zaki merasa senang ketika dia mampu membantu masyarakat untuk meningkatkan taraf hidupnya.

Share this

0 Response to "Kisah Sukses CEO Bukalapak"